Tampilkan postingan dengan label Sekitar Berita. Tampilkan semua postingan

Polantas Tempelkan Diri di Depan Bus Hanya untuk Menilang

 
HANOI - Aksi polisi lalu lintas (polantas) di Vietnam ini patut diacungi jempol. Dengan penuh keberanian, dirinya melompat ke bagian depan bus yang melanggar peraturan, karena bus itu tidak mau ditilang.


Letnan Nguyen Manh Phan meminta Phung Hong Phuong agar menghentikan bus yang dikemudikannya karena bus itu melintas di jalan yang berlawanan arah. Namun Phuong menolak untuk menerima surat tilang dari Nguyen dan tetap menancapkan gas.

Nguyen akhirnya melakukan tindakan yang berbahaya, dirinya melompat ke bus tersebut dan bertahan di depan kaca bus. Nguyen berharap bus itu berhenti dan menerima surat tilangnya. Namun bus yang dikemudikan Phuong tetap melaju dengan kecepatan cepat di jalanan. Nguyen pun tampak bergelantungan di depan bus tersebut. Demikian seperti diberitakan Daily Mail, Jumat (13/4/2012).

Tindakan berani yang dilakukan Nguyen terekam kamera dan disiarkan di situs Youtube. Phuong akhirnya menyerah dan menghentikan busnya. Sopir bus itu juga mendapat dakwaan melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan.

Nguyen sadar, dirinya melakukan tindakan yang berbahaya, namun Nguyen menjelaskan bahwa tindakan itu dilakukannya sesuai dengan prosedur.(AUL)
Sumber : http://international.okezone.com/read/2012/04/13/214/611150/polantas-tempelkan-diri-di-depan-bus-hanya-untuk-menilang 

Posted in | Leave a comment

Liberalisasi BBM

Pro dan kontra kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang mengundang aksi protes di berbagai tempat sebenarnya bukan semata soal teknis hitungan harga dan besaran subsidi dalam APBN.

Konteks persoalannya harus dilihat bahwa BBM adalah komoditas strategis. Selain faktor penggerak perekonomian, BBM juga memiliki daya tarik bisnis yang keuntungannya menggiurkan. Dengan demikian, pertarungan politik dalam mempengaruhi kebijakan harga BBM tidak sekadar tarik-menarik kepentingan politik di dalam negeri Indonesia.

Pertarungan tersebut selain melibatkan kelompok kepentingan di Indonesia, juga melibatkan pihakpihak eksternal yang berkepentingan untuk melepas kebijakan harga BBM kepada mekanisme pasar.

Kepentingan eksternal tersebut bisa dilihat setidaknya sejak pemerintah menandatangani letter of intent (LoI) dengan International Monetary Fund (IMF) pada 1998. Sejak saat itu pemerintah sudah menjalankan agenda liberalisasi dengan menghapuskan subsidi harga BBM. Kemudian dilanjutkan pada 1999 melalui rancangan UU Migas.

Pada 2000 pemerintah menerima utang dari Amerika dan melalui USAID yang bekerja sama dengan Islamic Development Bank (IDB) dan World Bank (WB) untuk menyiapkan draf UU Migas yang mengakomodasi semangat liberalisasi sektor energi secara menyeluruh.

Posted in | Leave a comment