Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Islam. Tampilkan semua postingan

Syariah RI Lebih Menonjol Ketimbang Timur Tengah

JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah mengatakan sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar seharusnya Indonesia menjadi global trader syariah.

Total keuangan syariah Indonesia, disebutkan Halim, secara total masih dalam ranking ke-13 dari 25 peringkat terbesar di dunia dari data 2010.

"Walaupun industri keuangan syariah di Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia namun industri syariah baru masuk ke ranking 13 dari 25 peringkat terbesar dunia," ujar Halim di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (13/4/2012).

Bisnis modal maupun jenis usaha, menurut Halim lebih banyak tergantung di pasar modal. "Di Indonesia lebih banyak diarahkan kepada sektor riil. Jika dilihat ruhnya lebih menonjol dibanding di Timur Tengah," ungkap Halim.

Sampai saat ini ada beberapa calon bank baru yang akan bergerak di syariah. Mengingat pertumbuhan total aset syariah yang lebih besar dari pada nonsyariah.

"Ekspansi syariah tumbuh lebih pesat dalam dua tahun terakhir, ini disebabkan adanya kepastian hukum seperti UU sukuk yang menunjang perkembangan perbankan syariah," terang Halim.

Halim mengharapkan bank-bank syariah dapat berkompetisi dengan perbankan konvensional terutama dalam pemanfaatan teknologi. 
sumber : http://economy.okezone.com/read/2012/04/13/457/611206/syariah-ri-lebih-menonjol-ketimbang-timur-tengah


Posted in | 1 Comment

Uang Dinar Emas dan Dirham Perak – Solusi Islam Mengatasi Riba dan Inflasi/Kemiskinan

Islam adalah agama yang lengkap dan sempurna. Dalam hal ekonomi atau mata uangpun Allah dan RasulNya mengajarkan kepada kita sehingga bisa didapat masyarakat yang sejahtera. Meninggalkannya hanya akan mendapat murka di dunia dan juga diakhirat. Islam mengajarkan kita untuk memakai uang emas Dinar (4,25 gram emas 22 karat), uang perak Dirham (2,975 gram perak), dan uang Fulus (koin tembaga atau logam lain yang nilainya di bawah Dirham).
Satu penyebab kemiskinan adalah inflasi. Yaitu turunnya nilai mata uang dibanding dengan harga barang-barang yang jadi kebutuhan rakyat. Sebagai contoh, tahun 2004 harga nasi+telor di warung Tegal paling Cuma Rp 4.000. Di tahun 2010 ini nilainya jadi Rp 6.000. Padahal banyak orang yang gajinya tidak naik selama kurun waktu tersebut. Kalau pun ada yang naik, tidak sebesar kenaikan harga barang.
Artinya jika dengan uang Rp 360 ribu orang bisa makan 90x (3x sehari) pada tahun 2004, maka pada tahun 2010 dia hanya bisa makan 60x (2x sehari) saja!
Akibat berbagai kenaikan harga barang yang sudah jadi “Kebijakan” Pemerintah, maka nilai rupiah terus menurun. Jika sebelum Krisis Moneter tahun 1997-1998 nilai rupiah adalah sekitar Rp 2.200 per 1 US$, sekarang nilainya turun jadi Rp 9.500 per 1 US$. Ini adalah “Kebijakan Pemiskinan Massal” melalui kebijakan kenaikan harga yang mendorong turunnya nilai rupiah atau inflasi.
Tahun 1970 kita bisa naik haji dengan biaya Rp 182 ribu. Tahun 2011 ONH naik jadi Rp 31 juta. Dalam 40 tahun naik 170x lipat. Tahun 1970 orang yang gajinya Rp 182 ribu/bulan adalah para direktur. Sekarang di tahun 2010 ini jangankan digaji Rp 182 ribu. Digaji Rp 400 ribu/bulan pun banyak pembantu yang ogah! Ini karena nilai rupiah yang terus turun.

Posted in | Leave a comment

Keuangan Mikro Islam: Sebuah Model Untuk Mengentaskan Kemiskinan Dunia

Keuangan mikro syariah mulai semakin populer dan menjadi model dalam mengentaskan kemiskinan khususnya di negara berkembang di seluruh indonesia. Insudtri keuangan islam secara keseluruhan diperkirakan akan mencapai lebih dari $2 miliar dolar pada tahun 2012 dan merupakan sektor yang terus berkembang karena prinsip-prinsip etika dan larangan bunga.


Konsep keuangan mikro syariah menganut prinsip-prinsip Islam dan merupakan bentuk investasi yang memiliki tanggung jawab sosial. Investor yang menggunakan kekayaan mereka untuk proyek-proyek keuangan mikro syariah hanya melibatkan diri dalam proyek-proyek halal. Proyek-proyek tersebut termasuk zakat, amal yang didasarkan, atau proyek-proyek perdagangan dan industri untuk mengembangkan perekonomian suatu negara.

mekanisme pinjaman dalam keuangan mikro syariah berbeda dengan konvensional yaitu dikarenakan larangan riba. tidak seperti keuangan mikro konvensional, keuangan mikro syariah menawarkan cara yang bebas bunga untuk memberikan pinjaman kepada orang miskin dan yang membutuhkan. salah satu akad yang digunakan dalam isntrumen keuangan islam adalam Qordul hasan, yaitu pinjaman yang telah diperpanjang oleh pemberi pinjaman atas dasar niat baik dan peminjam hanya membayarkan jumlah yang tepat sesuai dengan pinjamannya tanpa biaya tambahan atau bunga.

Pada saat kemiskinan masih lazim di seluruh dunia, tidak ada solusi yang lebih baik daripada memilih untuk pendanaan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat miskin dan membantu untuk membangun kembali ekonomi.

Keuangan mikro syariah memberikan investor kesempatan untuk terlibat dalam proyek-proyek berharga yang pada dasarnya dapat memainkan peran penting dalam penargetan kemiskinan dan menguranginya di banyak negara di dunia.Keuangan mikro syariah terutama bergantung pada penyediaan jasa keuangan di daerah miskin atau berkembang yang sesuai dengan kondisi tertentu yang ditetapkan oleh hukum Islam. Ini merupakan penggabungan dari dua sektor yang tumbuh: keuangan mikro dan industri keuangan Islam.

keuangan Mikro Islam memiliki potensi tidak hanya menjadi solusi untuk peningkatan kesejahteraan orang miskin tetapi juga untuk menggabungkan prinsip-prinsip tanggung jawab sosial Islam merawat orang yang kurang beruntung dengan kemampuan keuangan mikro untuk menyediakan akses keuangan kepada orang miskin.

Sementara kemiskinan di dunia Islam tersebar luas, salah satunya adalah Negara Somalia. Bencana kelaparan yang melanda Somalia pada bulan Juli 2011 mengakibatkan krisis pangan terburuk yang dihadapi Afrika sejak 20 tahun. PBB telah menegaskan bahwa kelaparan memang ada di dua wilayah Somalia selatan, Southern Bakool dan Lower Shabelle. Di seluruh negeri, hampir setengah dari penduduk Somalia, yang saat ini 3,7 juta orang, kini mengalami krisis makanan, tempat tinggal kemiskinan, dan kekurangan gizi.

Namun, jika penduduk Somalia memiliki lebih banyak akses ke layanan keuangan, maka mereka akan mampu membangun ekonomi mereka dan mendapatkannya kembali kesejahteraan hidup. Sayangnya, pilihan jasa keuangan yang baik untuk mengurangi kemiskinan di Afrika Timur tidak cukup memadai atau eksklusif.

sumber : http://www.ekonomisyariah.org/newsview/command/1/539/Keuangan-Mikro-Islam:-Sebuah-Model-Untuk-Mengentaskan-Kemiskinan-Dunia-

Posted in | 1 Comment

Peran Lembaga Keuangan Syariah dalam Pengembangan Ilmu Syariah, Hukum dan Ekonomi

Latar Belakang
Perkembangan industri keuangan syariah di dunia terlihat begitu pesat. System dan industri keuangan syariah tidak lagi menjadi isu local yang sifatnya terbatas ada diantara negara-negara muslim saja, tetapi juga telah menjadi trend global dimana negara-negara non-muslim sudah mengambil posisi dan inisiatif untuk mengadopsi serta mengembangkan system sekaligus industri keuangan syariah ini. Negara-negara yang memiliki industri keuangan terkemuka seperti Inggris, Prancis, Jepang, Hongkong dan Singapura terlihat berlomba-lomba untuk menjadikan negara mereka sebagai pusat keuangan syariah, baik di dunia maupun di kawasan regional. Bahkan lembaga-lembaga keuangan dunia seperti World Bank dan International Monetary Fund (IMF) telah pula menyatakan bahwa pengembangan keuangan syariah telah menjadi salah satu program utama mereka.



Kondisi ini setidaknya disebabkan oleh dua factor: pertama, semakin banyaknya Negara baik muslim maupun non-muslim yang mengembangkan industri keuangan syariah dan perkembangan industri tersebut menunjukkan angka pertumbuhan yang sangat tinggi, sehingga diperkirakan dalam waktu yang tidak lama industri ini akan memainkan peran yang signifikan dalam percaturan industri keuangan dunia. Kedua, krisis keuangan yang menghantam banyak Negara, tidak hanya negara-negara emerging market (1998 – 2005) tetapi juga negara-negara maju (2008 – 2011), dalam kurun waktu dua dekade terakhir ini mendorong banyak pihak untuk mencari alternative system keuangan yang lebih kuat. Alternative system keuangan tersebut diharapkan bukan hanya tahan dari guncangan krisis tetapi juga mampu mencegah krisis itu terjadi.

Posted in | Leave a comment